Selasa, 11 Maret 2014

Survey Perusahaan IT : OEMAH LAUNDRY



STRUKTUR ORGANISASI OEMAH LAUNDRY :

Untuk mengendalikan tahap manajemen kami membagi tugas dan tanggug jawab pada setiap tenaga kerja, antara lain :
Pemilik
Bertugas mengawasi tukang cuci, setrika dan kasir
Tukang cuci
Bertugas untuk mencuci pakaian yang akan dicuci dari pelanggan
Tukang setrika
Bertugas untuk mneyetrika pakaian setelah proses pencucian selesai
Kasir
Bertugas melayani pelanggan yang akan meloundrykan pakaian serta menyampaikan harga perkilo dan parfum yang akan dipilih pelanggan
Tanggung jawab :
Pemilik
Bertanggung jawab atas kinerja dari masing-masing tugas tenaga kerja
Tukang cuci
Bertanggung jawab atas atas pakaian yang akan dicuci dan kebersihan dari pakaian yang akan dicuci
Tukang setrika
Bertanggung jawab atas pakaian yang akan disetrika dan ketelitian dalam menyetrika
Kasir
Bertanggung jawab dalam keuangan usaha dan melayani pelanggan pada saat akan meloundrykan bahan yang akan di loundrykan


TAHAP-TAHAP PROSES KERJA OEMAH LAUNDRY :

Tahap-tahap proses kerja pada bisnis laundryini adalah sebagai berikut:
1. Penerimaan cucian kotor, meliputi: penimbangan dan penandaan cucian.
2. Pemilihan jenis pakaian yaitu memisahkan pakaian putih dan bukan,pakaian bernoda berat yang memerlukan proses penghilangan noda khusus atau dengan menggunakan mesin spotting.
3. Proses pembersihan noda (spotting laundry processing) pada bagian kerah kemeja atau lengan bawah (ketiak) dan pada noda-noda khusus, seperti: noda oli, noda darah, noda tinta, dll.
4. Proses pencucian dengan menggunakan deterjen.
5. Proses pelembutan dengan menggunakan softener.
6. Proses pengeringan menggunakan mesin pengering pakaian.
7. Proses penyetrikaan menggunakan setrika uap dan untuk pakaian yang berbahan khusus, seperti kain sutra, proses penyetrikaannya menggunakan mesin steamer.
8. Proses finishing, pada tahapan ini pakaian yang telah selesai dicuci dan disetrika diberikan pewangi khusus laundry.
Kemudian dikemas menggunakan plastik kemasan agar tetap rapi dan wangi hingga diambil oleh konsumen.
Kemudian, cucian bersih yang telah selesai dikemas tersebut disimpan di lemari penyimpanan untuk memudahkan pengambilan.

 

Rabu, 15 Januari 2014

Teknologi User Interface



Interface (Antarmuka) adalah penghubung antara dua sistem atau alat. Media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem lainnya. Interface meliputi :
1. Perangkat yang dipakai untuk mengerjakan sesuatu, dan perangkat yang secara tidak langsung mengontrol perangkat lunak.
2. Piranti input atau output
3. Prosedur pemakaian perangkat

Beberapa teknologi yang berhubungan dengan telematika yaitu :

Ø  Head up display system, 
dari pembahasan atau pengertian yang telah dibaca di dalam Head up display system ini suatu tampilan interface yang transparan dimana di dalamnya menyajikan layanan interface antarmuka data-data yang terkait dengan sistem aplikasi tersebut. Contohnya pada pesawat jet atau yang lain menggunkan HUD kepala harus mengarah kedepan untuk melihat layanan interface ini dimana sistem HUD ini menyajikan layanan data kecepatan terbang, jarak Kilo Meter tinggi dari daratan, keadaan pesawat dan radar disekeliling pesawat untuk mengecek pesawat yang lain.
Ø  Tangible User Interface, 
dari pembahasan dan pengertian yang telah dibaca Tangible User Interface ini sistemnya lebih canggih lagi dibandingkan dengan HUD, karena pada TUI ini kita bisa dapat langsung berkomunikasi fisik dengan layanan interface TUI, banyak sekali contoh yang bisa dapat di ambil contohnya pada layanan restoran luar negeri kita dapat memilih makanan dengan cara touch screen dan memesan tersebut dengan terhubungnya jaringan koneksi kepada pelayan maka makanan akan siap di antar dan contoh lain pada film IRON MAN 2 Tony Stark langsung berkomunikasi dengan fisik menggunakan jari-jarinya untuk merancang suatu rancangan mesin robot.
Ø  Computer Vision, 
di dalam Computer Vision ini membahas pengolahan citra dari sisi gambar dimana meniru manusia Human Vision, Computer Vision ini sangat membantu sekali dalam bidang kinerja manusia karena dapat merancang suatu model-model yang di ilustrasikan (planing) menjadi suatu model yang menarik dan dapat dirancang pada fisiknya. Pada awalnya dari bentuk sederhana grafika 2D semakin berkembangnya teknologi maka terciptalah grafika 3D.
Ø  Middleware Telematika,
sebelumnya telah dibahas pengertiannya. Di dalam Middleware Telematika ini sebuah program dimana program ini dapat menghubungkan program berbeda pada Layer yang berbeda, dan juga bisa disebut protokol jaringan. Contohnya pada 1 server komputer  dapat disambungkan dengan banyak komputer yang lain, agar server lebih mudah memberi intruksi kepada komputer-komputer yang lain dan saling bisa terhubung dengan cara terkoneksi internet juga.
Ø  Browsing Audio Data, 
sebelumnya telah dijelaskan pengertianya. Sedikit membahas tentang Browsing Audio Data yaitu pada perangkat kamera terdapat suatu alamat IP(Internet Protocol), jadi pada aplikasi komputer dapat membrowsing video nya dengan cara jaringan terhubung mencari IP (Internet Protocol) kamera tersebut  melalui internet.
Ø  Speech Recognation,
 yaitu maksudnya suara kita dapat terdeteksi oleh komputer atau diganti dengan tulisan juga bisa. Dan juga tanpa mengetik, dengan suara saja ia dapat menulis kata-kata yang di ucapkan tersebut sesuai keinginan user, jadi komputer mendeteksi suara dan di ubah menjadi tulisan.


LAYANAN- LAYANAN DALAM TELEMATIKA



Teknologi informasi dan komunikasi, pada masa sekarang tidak dapat dilepaskan dengan telematika (cyberspace). Pada saat ini informasi sudah banyak berkembang sedemikian rupa, hanya saja harus adanya dukungan teknologi. Teknologi telematika yang telah berkembang sehingga mampu menyampaikan suatu informasi.
Istilah telematika itu sendiri berasal dari bahasa Perancis “ telematique” merupakan gabungan dua kata: telekomunikasi dan informatika. Jadi pengertian Telematika sendiri lebih mengacu kepada industri yang berhubungan dengan penggunakan komputer dalam sistem telekomunikasi. Yang termasuk dalam telematika ini adalah layanan dial up ke Internet maupun semua jenis jaringan yang didasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data. Internet sendiri merupakan salah satu contoh telematika.

Layanan Informasi dan Layanan Keamanan
Pengertian Layanan Informasi adalah penyampaian berbagai informasi kepada sasaran layanan agar individu dapat memanfaatkan informasi tersebut demi kepentingan hidup dan perkembangannya. Informasi adalah salah satu asset penting yang sangat berharga bagi kelangsungan hidup suatu organisasi/bisnis, pertahanan keamanan dan keutuhan negara, kepercayaan publik atau konsumen, sehingga harus dijaga ketersediaan, ketepatan dan keutuhan informasinya. . Informasi dapat disajikan dalam berbagai format seperti: teks, gambar, audio, maupun video.

Tujuan layanan informasi secara umum agar terkuasainya informasi tertentu sedangkan secara khusus terkait dengan fungsi pemahaman (paham terhadap informasi yang diberikan) dan memanfaatkan informasi dalam penyelesaian masalahnya. Layanan informasi menjadikan individu mandiri yaitu memahami dan menerima diri dan lingkungan secara positif, objektif dan dinamis, mampu mengambil keputusan, mampu mengarahkan diri sesuai dengan kebutuhannya tersebut dan akhirnya dapat mengaktualisasikan dirinya.
Keamanan adalah suatu yang sangat penting untuk menjaga agar suatu data dalam jariangan tidak mudah hilang. Sistem keamanan membantu mengamankan jaringan tanpa menghalangi penggunaannya dan menempatkan antisipasi ketika jaringan berhasil ditembus. Keamanan jaringan di sini adalah memberikan peningkatan tertentu untuk jaringan. Peningkatan keamanan jaringan ini dapat dilakukan terhadap :
  • Rahasia (privacy)
  • Keterpaduan data (data integrity)
  • Keaslian (authenticity)
  • Convert Channel

Keamanan dapat didefinisikan sebagai berikut :
1. Integrity Mensyaratkan bahwa informasi hanya dapat diubah oleh pihak yang memiliki wewenang. pada aspek ini system menjamin data tidak dirubah tanpa ada ijin pihak yang berwenang, menjaga keakuratan dan keutuhan informasi serta metode prosesnya untuk menjamin aspek integrity ini.
2. Confidentiality
Mensyaratkan bahwa informasi (data) hanya bisa diakses oleh pihak yang memiliki wewenang. pada aspek ini system menjamin kerahasiaan data atau informasi, memastikan bahwa informasi hanya dapat diakses oleh orang yang berwenang dan menjamin kerahasiaan data yang dikirim, diterima dan disimpan.
3. Authentication
Mensyaratkan bahwa pengirim suatu informasi dapat diidentifikasi dengan benar dan ada jaminan bahwa identitas yang didapat tidak palsu.
4. Availability Mensyaratkan bahwa informasi tersedia untuk pihak yang memiliki wewenang ketika dibutuhkan. pada aspek ini system menjamin data akan tersedia saat dibutuhkan, memastikan user yang berhak dapat menggunakan informasi dan perangkat terkait.
5. Nonrepudiation
Mensyaratkan bahwa baik pengirim maupun penerima informasi tidak dapat menyangkal pengiriman dan penerimaan pesan.

Keamanan informasi diperoleh dengan mengimplementasi seperangkat alat kontrol yang layak dipakai, yang dapat berupa kebijakan-kebijakan, struktur-struktur organisasi dan piranti lunak.
Serangan (gangguan) terhadap keamanan dapat dikategorikan dalam empat kategori utama :
1. Interruption
Suatu aset dari suatu sistem diserang sehingga menjadi tidak tersedia atau tidak dapat dipakai oleh yang berwenang. Contohnya adalah perusakan/modifikasi terhadap piranti keras atau saluran jaringan.
2. Interception
Suatu pihak yang tidak berwenang mendapatkan akses pada suatu aset. Pihak yang dimaksud bisa berupa orang, program, atau sistem yang lain. Contohnya adalah penyadapan terhadap data dalam suatu jaringan.
3. Modification
Suatu pihak yang tidak berwenang dapat melakukan perubahan terhadap suatu aset. Contohnya adalah perubahan nilai pada file data, modifikasi program sehingga berjalan dengan tidak semestinya, dan modifikasi pesan yang sedang ditransmisikan dalam jaringan.
4. Fabrication
Suatu pihak yang tidak berwenang menyisipkan objek palsu ke dalam sistem. Contohnya adalah pengiriman pesan palsu kepada orang lain.

Layanan Context Aware & Event Base
Dalam ilmu komputer terdapat pernyataan bahwa perangkat komputer mempunyai kepekaan dan dapat bereaksi terhadap lingkungan sekitarnya berdasarkan informasi dan aturan-aturan tertentu yang tersimpan di dalamnya. Gagasan inilah yang diperkenalkan oleh Schilit pada tahun 1994 dengan istilah context-awareness.
Context-awareness merupakan kemampuan layanan network untuk mengetahui berbagai konteks, yaitu kumpulan parameter yang relevan dari pengguna (user) dan penggunaan network itu, serta memberikan layanan yang sesuai dengan parameter-parameter itu. Beberapa konteks yang dapat digunakan yaitu data dasar user, lokasi user, berbagai preferensi user, jenis dan kemampuan terminal yang digunakan user.

Pada sekarang ini sangat dibutuhkan suatu teknologi yang dapat memberikan kemudahan bagi user untuk mengakses informasi setiap saat user membutuhkannya. Yang disebut context-aware computing yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut dan akan menjadi trend yang penting untuk dikembangkan kedepannya. Dengan adanya context aware, user tidak perlu selalu memberikan input yang secara eksplisit untuk membuat komputer menjalankan tugas-tugasnya.
Tiga hal yang menjadi perhatian sistem context-aware menurut Albrecht Schmidt, yaitu:
1. The acquisition of context
Hal ini berkaitan dengan pemilihan konteks dan bagaimana cara memperoleh konteks yang diinginkan, sebagai contoh : pemilihan konteks lokasi, dengan penggunaan suatu sensor lokasi tertentu (misalnya: GPS) untuk melihat situasi atau posisi suatu lokasi tersebut.
2. The abstraction and understanding of context
Pemahaman terhadap bagaimana cara konteks yang dipilih berhubungan dengan kondisi nyata, bagaimana informasi yang dimiliki suatu konteks dapat membantu meningkatkan kinerja aplikasi, dan bagaimana tanggapan sistem dan cara kerja terhadap inputan dalam suatu konteks.
3. Application behaviour based on the recognized context
Terakhir, dua hal yang paling penting adalah bagaimana pengguna dapat memahami sistem dan tingkah lakunya yang sesuai dengan konteks yang dimilikinya serta bagaimana caranya memberikan kontrol penuh kepada pengguna terhadap sistem.

Beberapa bagian dari context awareness telah mulai dikembangkan. Misalnya LBS: location-based service. Ketika user mencari keyword tertentu, maka user akan memperoleh hasil yang dibutuhkan tergantung pada posisi user itu berada. Ini juga dapat digabungkan dengan beberapa data dan informasi yang di inputkan dari user. Sebagai contoh user tersebut mencari data lokasi dimana posisi keberadaan user sekarang berada.
Contoh lain layanan context aware & event base :
• Vehicle Diagnostic Service
• Car Insurance based on driving statistic

Layanan Perbaikan sumber (Resource Discovery Service)
Layanan telematika yang terakhir adalah layanan perbaikan sumber. Resource Discovery Service (RDS) adalah sebuah layanan yang berfungsi untuk penemuan layanan utilitas yang diperlukan. The RDS juga berfungsi dalam pengindeksan lokasi layanan utilitas untuk mempercepat kecepatan penemuan.
Layanan perbaikan sumber yang dimaksud adalah layanan perbaikan dalam sumber daya manusia (SDM). SDM telematika adalah orang yang melakukan aktivitas yang berhubungan dengan telekomunikasi, media, dan informatika sebagai pengelola, pengembang, pendidik, dan pengguna di lingkungan pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat pada umunya. Konsep pengembangan sumber daya manusia di bidang telematika ditujukan untuk meningkatkan kualitas, kuantitas dan pendayagunaan SDM telematika dengan tujuan untuk mengatasi kesenjangan digital, kesenjangan informasi dan meningkatkan kemandirian masyarakat dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi secara efektif dan optimal.
Sasaran utama dalam upaya pengembangan SDM telematika yaitu sebagai berikut :
a) Peningkatan kinerja layanan public yang memberikan akses yang luas terhadap peningkatan kecerdasan masyarakat, pengembangan demokrasi dan transparasi sebagai katalisator pembangaunan.
b) Literasi masyarakat di bidang teknologi telematika yang terutama ditujukan kepada old generator dan today generation sebagai peningkatan, dikemukakan oleh Tapscott.